Posted by : Adamsss Blog
Kamis, 20 Juli 2017
Assalamualaikum, Wr.Wb.
Pengertian Produk
Produk adalah
segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen Kualitas
produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai
nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu
perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas prodak dan membandingkannya
dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing.
Klasifikasi Produk
Produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa
kelompok:
a. Berdasarkan wujudnya
Produk berdasarkan wujudnya
dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok utama, yaitu:
- Barang.
Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba
atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan
fisik lainnya.
- Jasa.
Jasa merupakan aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk
dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon
kecantikan, hotel dan sebagainya.
b. Berdasarkan daya tahan
Produk berdasarkan aspek daya
tahan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
- Barang tidak tahan lama (nondurable
goods). Barang tidak tahan lama
adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau
beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi
pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi,
minuman kaleng, dan sebagainya.
- Barang tahan lama (durable goods). Barang tahan lama merupakan barang berwujud
yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya
untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya: lemari es,
mesin cuci, pakaian dan lain-lain.
Produk juga dapat
diklasifikasikan berdasarkan konsumennya dan untuk apa produk tersebut
dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini Fandy Tjiptono mengklasifikasikan produk menjadi:
a. Barang Konsumen
Barang Konsumen adalah barang
yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir (individu atau rumah tangga),
dan bukan untuk kepentingan bisnis, barang konsumen dapat dibedakan menjadi
empat jenis yaitu:
- Convenience Goods merupakan barang yang pada umumnya
memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam
waktu segera dan memerlukan usaha yang minimum dalam perbandingan dan
pembelianya.
- Shooping Goods adalah barang yang proses pemilihan dan
pembelianya, dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang
tersedia. Kriteria pembanding meliputi harga, kualitas, dan model
masing-masing. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian, dan kosmetik.
- Speciality goods adalah barang yang memiliki karakteristik
atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia
melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri
atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti
mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.
- Unsought goods adalah barang yang tidak diketahui oleh
onsumen atau kalaupun sudah diketahui oleh konsumen, konsumen belum
tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, dan
tanah pekuburan.
b. Barang industri
Barang industri adalah barang
yang di konsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis).
Barang industri digunakan untuk keperluan selain di konsumsi langsung yaitu:
untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Barang industri
dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
- Material and part, merupakan barang yang seluruhnya atau
sepenuhnya masuk ke dalam produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi dua
kelas yaitu bahan baku serta bahan jadi dan suku cadang.
- Capital Items, merupakan barang tahan lama (long Lasting) yang memberi kemudahan dalam
mengembangkan atau mengelola produk jadi.
- Supplies and service, merupakan barang yang tidak tahan lama serta
jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola keseluruhan
produk jadi.