Archive for Juli 2017

Penjelasan Cisco Paket Tracer dan Tutorialnya

Senin, 31 Juli 2017
Posted by Adamsss Blog
Apa itu cisco packet tracer, kegunaan dan fungsinya untuk apa?

Pengertian 



  Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.


Kegunaan 



  Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.


Fungsinya 


   Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.

jika kalian masih bingung kalian bisa cek link dibawah ini :
 cek aja gan

ini tutorial cara rancang jaringan 5 pc melalui cisco  packet tracer 
cek aja
1. Network ID (NID) dapat dicari dengan melakukan operasi AND antara IP address dan subnet masknya yang sama sama sudah diubah kebilangan biner.2. Broadcast ID (BID) dapat dicari dengan merubah semua bit host pada NID dengan angka biner 1 (di OR-kan).3. Range IP dapat dicari dengan IPNID+1 hingga IPBID-1

Contoh :


1. IP : 150.150.18.15

                     #NID

·        IP Address : 150.150.18.15
·        Netmask : 255.255.0.0
·        IP Address ubah ke biner : 10010110.10010110.00010010.00001111
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.00000000.00000000
·        Di AND-kan : 10010110.10010110.00000000.00000000
·        Lalu, ubah ke desimal : 150.150.0.0 (NID)

#BID

·        IP Address : 150.150.18.15
·        Netmask : 255.255.0.0
·        IP Address ubah ke biner : 10010110.10010110.00010010.00001111
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.00000000.00000000
·        Reverse netmask biner : 00000000.00000000.11111111.11111111
·        Di OR-kan IP Address biner dan Reverse netmask biner :  10010110. 10010110.11111111.11111111
·        Lalu, ubah ke desimal : 150.150.255.255 (BID)

#Range

·        IPNID + 1 = 150.150.0.0 + 1 = 150.150.0.1
·        IPBID – 1 = 150.150.255.255 – 1 = 150.150.255.254
·        Jadi, Rangenya adalah 150.150.0.1 – 150.150.255.254


2. Jika menghitung NID, BID, dan Range dengan IP yang menggunakan CIDR. CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. Contoh IP : 150.150.18.15/27.

                    #NID

·        IP Address : 150.150.18.15/27
·        Netmask : 255.255.255.224 (Karena /27 netmasknya adalah 255.255.255.224)
·        IP Address ubah ke biner : 10010110.10010110.00010010.00001111
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.11111111.11100000
·        Di AND-kan : 10010110.10010110.00010010.00000000
·        Ubah ke desimal : 150.150.18.0/27 (NID)

#BID

·        IP Address : 150.150.18.15/27
·        Netmask : 255.255.255.224
·        IP Address ubah ke biner : 10010110.10010110.00010010.00001111
·        Netmask ubah ke biner : 11111111.11111111.11111111.11100000
·        Reverse netmask biner : 00000000.00000000.00000000.00011111
·        Di OR IP Address biner dan Reverse netmask biner :10010110.10010110.00010010.00011111
·        Ubah ke desimal : 150.150.18.31 (BID)

#Range

·        IPNID + 1 = 150.150.18.0 + 1 = 150.150.18.1
·        IPBID – 1 = 150.150.18.31 – 1 = 150.150.18.30
·        Jadi, Rangenya adalah 150.150.18.1 – 150.150.18.30

semoga bermanfaat :v...

sumber by : http://nesharisanti13.blogspot.co.id/2016/09/cara-menghitung-network-id-nid.html

IP Address (Internet Protocol Adderss) adalah sebuah alamat yang diberikan kepada suatu komputer yang terhubung ke dalam suatu jaringan komputer. Fungsi IP Address adalah sebagai alat identifikasi host atau antar muka pada jaringan dan sebagai alamat lokal jaringan.
Format IP Address, pengalamatan IP Address menggunakan bilangan biner. Namun supaya lebih mudah ditulis dan dibaca oleh manusia, maka IP address ditulis dengan bilangan 4 desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik. Format penulisan ini disebut sebagai dotted-decimal notation. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet atau delapan bit alamat IP. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
192.168.1.1
Pengalamatan IP Address, IP Address dibagi menjadi 5 kelas, A-E , namun hanya kelas A, B, dan C saja yang dipakai untuk keperluan umum. Sedangkan, D dan E digunakan untuk keperluan khusus (multicast dan riset). Pada kelas A-C, IP dibagi menjadi 2 bagian, Network bit dan Host bit
Network bit berperan sebagai pembeda atau pengidentifikasi area netowk dan host bit sebagai pengidentifikasi sebuah host.
Cara menghitung IP Address desimal ke Biner
Biasanya cara menghitug IP Address adalah dengan cara membagi 2 pada bilangan samapi sisa 1 atau 0. Tetapi sekarang saya akan memberikan tips cara cepat untuk menghitung IP Address.
– pertama kali 2 bilangan dari 1, karena 1 oktert terdiri dari 8 bit bilangan biner jadi kita kalikan bilangan tersebut sampai delapan kali.
– 2×1=2, 2×2=4, 4×2=8, 8×2=16, 16×2=32, 32×2=64, 64×2=128 (kita ambil hasil kali dari bilangan tersebut 1,2,4,8,16,32,64,128 = 8 bit). kemudian buat seperti gambar di bawah. mulai dari 128.
– jika semua nilai tersebut ditambahkan maka hasilnya adalah 255.
– contoh 1 menghitung nilai 192 ke binery :
192 : kita mulai dari 128, lihat gambar diatas, > kita mulai hitung dari kiri, angka 192 melebihi dari 128 maka kita tandai dengan angka 1.
hasilnya seperti itu, dan 128 berarti bernilai 1, kemudian di jumlahkan dengan bilangan di sebelahnya 64. 128+64= 192. jika hasilnya sudah sesuai dengan angka yang dicari maka angka 32,16,8,4,2,1 menjadi 0.
jadi binery dari 192 = 11000000
– contoh 2 menghitung nilai 168 ke binery, caranya sama seperti diatas.
nilai 168 lebih besar dari  128, jadi 128 bernilai 1,
kemudian 64, 128+64=192, karena 192 melebihi dari 168 maka 64 bernilai 0,
selanjutnya 32. 128+32=160, 160 bernilai tidak lebih besar dari 168, berarti 32 bernilai 1,
selanjutnya 16, 160+16=176. 176 lebih besar dari 168, berarti 16 bernilai 0.
selanjutnya 8. 160+8=168. 168 sudah sesuai dengan angka yang kita cari jadi 8 bernilai 1dan sisanya 4,2,1 bernilai 0.
jadi hasilnya. 168 = 10101000
Contoh menghitung IP Address 150.150.18.15
binerynya :
150 = 10010110
150 = 10010110
18 = 00010010
15 = 00001111
jadi binery dari 150.150.18.15 = 10010110.10010110.00010010.00001111

Penjelasan Tentang IP Address

Posted by Adamsss Blog

Pengertian IP Address Adalah dan Kelas IP Address


  IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti 192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.

  IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.

  Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Diponegoro No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.

Kelas IP Address

KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id,kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.

KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191

KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223

KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255

KELAS E, memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.

Ruang Lingkup Pengembangan Produk Kreatif

Kamis, 20 Juli 2017
Posted by Adamsss Blog

Pengembangan Produk Kreatif

Definisi Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan keluasan pengetahuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi akan didukung oleh jalannya industri kreatif. Apa itu definisi Industri Kreatif?

Definisi Industri Kreatif
Industri kreatif adalah kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait penciptaan atau pembuatan satu benda atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Di Eropa industri kreatif lebih dikenal dengan sebutan ‘Industri Budaya’.

Industri Kreatif Menurut Kementrian Perdagangan
Kementrian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Faktor-faktor yang menjadi penggerak ekonomi kreatif (selain factor yang bersifat personal dan kolektif, dibutuhkan lingkungan yang stimulatif, aman, dan bebas dari gangguan dan kecemasan):
·         Faktor konkret: tersedianya institusi pendidikan yang memadai. 
·         Faktor lain (aspek-aspek yang lebih tak teraba): sistem nilai, gaya hidup, serta bagaimana seseorang mengidentifikasi diri dengan kotanya.

Berikut adalah 15 Jenis-Jenis Ekonomi Kreatif:
  1. Periklanan (advertising): kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan, yakni komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu. Meliputi proses kreasi, operasi, dan distribusi dari periklanan yang dihasilkan, misalnya riset pasar, perencanaan komunikasi periklanan, media periklanan luar ruang, produksi material periklanan, promosi dan kampanye relasi publik. Selain itu, tampilan periklanan di media cetak (surat kabar dan majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan media reklame sejenis lainnya, distribusi dan delivery advertising materials or samples, serta penyewaan kolom untuk iklan
  2. Arsitektur: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan desain bangunan secara menyeluruh, baik dari level makro (town planning, urban design, landscape architecture) sampai level mikro (detail konstruksi). Misalnya arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan sejarah, pengawasan konstruksi, perencanaan kota, konsultasi kegiatan teknik dan rekayasa seperti bangunan sipil dan rekayasa mekanika dan elektrikal;
  3. Pasar Barang Seni:  kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni dan sejarah yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan dan internet, meliputi barang-barang musik, percetakan, kerajinan, automobile, dan film;
  4. Kerajinan (craft): kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat atau dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai proses penyelesaian produknya. Antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu dan besi), kaca, porselen, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal);
  5. Desain: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan;
  6. Fesyen (fashion): kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultasi lini produk berikut distribusi produk fesyen;
  7. Video, Film dan Fotografi: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi atau festival film;
  8. Permainan Interaktif (game):  kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Sub-sektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi;
  9. Musik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi atau komposisi, pertunjukkan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara;
  10. Seni Pertunjukkan (showbiz): kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukkan. Misalnya, pertunjukkan wayang, balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukkan, tata panggung, dan tata pencahayaan;
  11. Penerbitan dan Percetakan: kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi, saham dan surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film;
  12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software): kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi, termasuk layanan jasa komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.
  13. Televisi & Radio (broadcasting): kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar) siaran radio dan televisi;
  14. Riset dan Pengembangan (R&D): kegiatan kreatif terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi, serta mengambil manfaat terapan dari ilmu dan teknologi tersebut guna perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Termasuk yang berkaitan dengan humaniora, seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen. (Lihat, Prof.Dr.Faisal Afiff, Se.Spec.Lic, Pilar-Pilar Ekonomi Kreatif, 2012)

Alasan Ekonomi Kreatif dibutukan di Indonesia
Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif  berpotensi besar dalam:
  •   Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, 
  •  Menciptakan Iklim bisnis yang positif, 
  • Membangun citra dan identitas bangsa, 
  •   Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan, 
  • Memberikan dampak sosial yang positif.Salah satu alasan dari pengembangan industri kreatif adalah adanya dampak positif yang akan berpengaruh pada kehidupan sosial, iklim bisnis,  peningkatan ekonomi, dan juga berdampak para citra suatu kawasan tersebut.

Permasalahan dan Tantangan
Sejauh ini, Indonesia masih menggunakan nomenklatur ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memetakan beberapa kendala terkait pengembangan ekonomi kreatif seperti yang tercantum dalam Renstranya. Kendala-kendala yang dihadapi tersebut antara lain,
  1. Pengembangan industri kreatif belum optimal, terutama disebabkan kurangnya daya tarik industri, adanya posisi dominan usaha kreatif, model bisnis industri kreatif yang belum matang, serta risiko usaha yang harus dihadapi; 
  2. Pengembangan konten, kreasi, dan teknologi kreatif belum optimal, terutama disebabkan infrastruktur internet belum memadai, infrastruktur gedung pertunjukan belum memenuhi standar, mahalnya mesin produksi, mahalnya piranti lunak penghasil produk dan jasa kreatif, kurangnya riset konten, dan kurangnya aktivitas pengarsipan konten; 
  3. Kurangnya perluasan dan penetrasi pasar bagi produk dan jasa kreatif di dalam dan luar negeri, terutama disebabkan oleh kurangnya apresiasi terhadap kreativitas lokal, kurangnya konektivitas jalur distribusi nasional, terkonsentrasinya pasar luar negeri, tingginya biaya promosi, belum diterapkannya sistem pembayaran online, dan rendahnya monitoring terhadap royalti, lisensi, hak cipta; 
  4. Lemahnya institusi industri kreatif, terutama disebabkan oleh belum adanya payung hukum yang mengatur tata kelola masing-masing subsektor industri kreatif; iklim usaha belum cukup kondusif, apresiasi yang rendah dan pembajakan yang tinggi, dan transaksi elektronik belum diregulasi dengan baik; 
  5. Minimnya akses pembiayaan pelaku sektor ekonomi kreatif, terutama disebabkan belum sesuainya skema epmbiayaan dengan karakteristik industri kreatif yang umumnya belum bankable, high risk high return, cash flow yang fluktuatif, serta aset yang bersifat intangible; dan 
  6. Pengembangan sumber daya ekonomi kreatif belum optimal, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, antara lain masalah kelangkaan bahan baku, kurangnya riset bahan baku, kesenjangan antara pendidikan dan industri, serta standardisasi dan sertifikasi yang belum baik.



Daftar Blog Saya

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Bunga

Sharinggan

Blogroll

Dragon

BTemplates.com

- Copyright © Adam Blog :v -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -