Archive for September 2017
Pengertian
Arduino
Proyek arduino berawal dilvre, italia
pada tahun 2005. Sekarang telah lebih dari 120.000 unit terjual sampai dengan
2010. Pendirinya adalah Massimo Banzidan David Cuartiellez.
Arduino adalah pengendali
mikro single-board yang bersifat open-source, yang di turunkan dari wiring
platform, yang di rancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
bidang. Hardwernya memiliki prosesor atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa
pemrograman sendiri.
Secara software -> Open source IDE yang digunakan untuk mendevelop
aplikasi mikrokontroller yang berbasis arduino platform.
Secara Hardware -> Single board
mikrokontroller yang bersifat open source hardware yang dikembangkan untuk
arsitektur mikrokontroller AVR 8 bit dan ARM 32 bit.
Dari ke3 pengertian diatas , dapat
disimpulkan bahwa Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik
open source yang didalamnya terdapat komponen utamaya itu sebuah chip mikrokontroller
dengan jenis AVR. Mikrokontroller itu sendiri adalah chip atau IC (integrated
Circuit) yang bisa diprogram menggunakan komputer. Tujuan menanamkan program
pada mikrokontroller adalah agar rangkaian elektronik dapat membaca input,
memproses input tersebut dan kemudian menghasilkan output seperti yang
diinginkan. Jadi, mikrokontroller bertugas sebagai otak yang mengendalikan
input, proses ,dan output sebuah rangkaian elektonik.
Hardware Arduino diprogram
menggunakan bahasa pemrograman C/C++, yang sudah disederhanakan dan
dimodifikasi Arduino mengikuti pola pemrogramsn Wiring (syntax dan library).
Sementara untuk editor pemrograman nya (IDE – Intergrated Development
Enviroment) dikembangkan dari Processing.
Dikembangkan oleh sebuah team yang
beranggotakan orang-orang dari berbagai belahan dunia. anggota inti dari tim
ini Massimo Banzi Milano, Italy yaitu :
1. David Cuartielles Malmoe, Sweden
2. Tom Igoe New York, US
3. Gianluca Martino Torino, Italy
4. David A. Mellis Boston, MA, USA
Software Arduino dapat dijalankan pada
sistem operasi Windows, Macintosh OSX, dan Linux. Banyak sistem mikrokontroler
lain hanya bisa dijalankan di Windows.
konfigurasi hardware arduino dibagi :
• block regulator 5 volt dan 3.3V
• block minimum sistem standar
mikrokontroler
• block pin (analog, digital dan power)
• block ftdi untuk komunikasi dengan
komputer
Fitur-fitur Arduino Catu daya
• VIN. Tegangan masukan untuk board
Arduino apabila tidak sedang menggunakan USB. Misalnya dari adaptor. Anda juga
dapat menyuplai tegangan Arduino pada jack DC yang tersedia.
• 5V. Tegangan yang diregulasi. Ini
bisa berasal dari tegangan masukan di pin VIN atau juga dari USB.
• 3V3. Tegangan sebesar 3.3 volt yang
dihasilkan dari chip FTDI (USB to TTL). Jumlah arus maksimum pada pin ini
adalah 50 mA.
Input dan Output
Setiap 14 pin digital dan 6 pin
analog pada Arduino dapat digunakan sebagai input dan output, yaitu menggunakan
fungsi pinMode(), digitalWrite(), dan digitalRead(). Setiap pin beroperasi pada
tegangan 5V. Arus maksimum pada setiap pin ini adalah 40mA dan memiliki
resistor pull-up internal. Disamping itu ada beberapa pin yang khusus yaitu:
• Analog:
A0 sampai A6. Digunakan untuk membaca input analog dengan resolusi 10 bit atau
dengan nilai antara 0 – 1023. Misalnya digunakan untuk membaca tegangan pada
sensor, potensiometer, dan sebagai nya.
• Serial:
0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima dan mengirimkan serial data dalam
bentuk TTL. Pin-pin tersambung dengan chip FTDI USB to TTL.
• Interupsi
ekternal: 2 dan 3. Pin-pin ini dapat dikonfigurasikan untuk memicu (trigger)
interupsi pada keadaan low, rising/falling, atau change. Lihat penjelasan di
fungsi attachInterrupt() untuk lebih jelas nya.
• PWM:
3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Menyediakan output PWM 8-bit yang dapat dioperasikan
dengan fungsi analogWrite().
• SPI:
10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin-pin ini mendukung komunikasi SPI.
• LED:
13. Disediakan LED yang terpasang ke pin digital 13.
• I2C:
4 (SDA) dan 5 (SCL). Mendukung komunikasi I2C (TWI – Two Wire Interface) yang
bisa dioperasikan menggunakan library Wire library.
Pin tambahan
• AREF:
Tegangan untuk input analog. Digunakan oleh fungsi analogReference().
• Reset:
Apabila pin ini diberi keadaan LOW, maka akan mereset mikrokontroler. Biasanya
digunakan untuk menambahkan tombol reset pada shield agar memudahkan menekan
tombol reset yang tertutup oleh shield.
Kelebihan
Arduino
• Tidak
perlu perangkat chip programmer karena di dalamnya sudah ada bootloader yang
akan menangani upload program dari komputer.
• Sudah
memiliki sarana komunikasi USB, sehingga pengguna Laptop yang tidak memiliki
port serial/RS323 bisa menggunakan nya.
• Bahasa
pemrograman relatif mudah karena software Arduino dilengkapi dengan kumpulan
library yang cukup lengkap.
• Memiliki
modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino. Misalnya
shield GPS, Ethernet, SD Card, dll.
Produk
Arduino
Spesifikasi:
– Microcontroller Atmel ATmega328
– Operating Voltage (logic level) 5 V
– Input Voltage (recommended) 7-12 V
– Input Voltage (limits) 6-20 V
– Digital I/O Pins 14 (of which 6
provide PWM output)
– Analog Input Pins 8
– DC Current per I/O Pin 40 mA
– Flash Memory 32 KB (ATmega328) of
which 2 KB used by bootloader
– SRAM 2 KB (ATmega328)
– EEPROM 1 KB (ATmega328)
– Clock Speed 16 MHz
– Dimensions 0.73″ x 1.70″
• KESIMPULAN
Arduino
merupakan pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan
dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam
berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya
memiliki bahasa pemrograman sendiri.
Hardware Arduino diprogram
menggunakan bahasa pemrograman C/C++, yang sudah disederhanakan dan dimodifikasi.
Arduino mengikuti pola pemrograman Wiring (syntax dan library). Sementara untuk
editor pemrograman nya (IDE – Intergrated Development Enviroment) dikembangkan
dari Processing.
• Kritik
dan Saran
Pada dasarnya penulisan makalah ini
jauh dari sempurna, banyak kekurangan baik yang disengaja ataupun tidak. Maka
dibutuhkan saran untuk meminimize kesalahan tentunya bagi penulis.Perkembangan
teknologi mikrokontroler yang sangat pesat mengharuskan kita memilih Sistem
minimum yang tepat guna menunjang fleksibilas kita dalam menyikapi perkembangan
ini. Sistem minimum Arduino yang bersifat open source dapat digunakan siapa
saja dan dapat dikembangkan seperti keinginan kita sendiri tanpa harus ada
tekanan legalitas ataupun lisensi dari perusahaan pemegang lisensi tersebut.
Dan semua kembali kita sendiri mau memakai sistem minimum yang seperti apa.
http://www.arduino.web.id/2012/03/tentang-arduino.html
http://panduan.anekarobot.com/apa-dan-mengapa-arduino.html
http://imarhu.wordpress.com/2012/04/09/apa-sih-arduino/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendali_mikro